Posted by: Bernardia Vitri on: Januari 16, 2010
Historia Est Magistra Vitae, dari Amangkurat sampai DGK (Dinasti Gurita Cikeas)
Saya membaca novel sejarah berjudul Trunojoyo-nya Gamal Kumandoko, lalu terpikir;
Sunan Amangkurat I memiliki anak yang tega meracuni dirinya dan mengkhianati Mataram sendiri, dialah Adipati Anom. Adipati ini ingin memiliki kekuasaan menjadi raja secepatnya untuk menggantikan ayahnya yang dianggapnya tidak becus dalam memimpin kerajaan Mataram.
Dalam perjalanan pengkhianatan itu, Cornelis Janczoon Speelman dan Arung Palakka berhasil menduduki Sulawesi, yang membuat prajurit Makassar menyelamatkan diri ke Jawa, ke kerajaan Mataram untuk mendapatkan bantuan. Sebelumnya, Sultan Agung bersahabat dengan negeri Makassar ini, tetapi dalam perjalanan tahta berikutnya, Sunan Amangkurat I tidak menjalin persahabatan lagi, sehingga prajurit Makassar ini tidak diberinya bantuan, apalagi tempat bermukim.
Adipati Anom yang menginginkan kekuasaan tahta, memiliki Baca entri selengkapnya »
Posted by: Bernardia Vitri on: November 18, 2009
P.A.H.L.A.W.A.N
Berkat mereka, kita bisa menikmati kekinian, maka dari itu, kita harus bisa menuju masa depan dengan kekuatan masa lalu pula, itu sebabnya kita belajar seluk-beluk tentang pahlawan kita…
IMPIAN PARA PAHLAWAN
Para pahlawan kita saat berjuang pasti pernah berpikir tentang masa depan negeri yang diperjuangkannya. Tidak mungkin mereka tidak mengharapkan sesuatu yang lebih jika negeri yang diperjuangkannya berhasil merebut kemerdekaan. Pikiran mereka tentang harapan itu berkisar antara merebut kemerdekaan, kemajuan bangsa, dan rasa persatuan yang teguh di masa mendatang. Baca entri selengkapnya »
Posted by: Bernardia Vitri on: Mei 17, 2009
KKN Dunia Pendidikan Sekitar Saya
Ketidak-sukaan saya terhadap kawan-kawan saya yang ‘mengerikan’ harus saya pendam. Tidak bisa saya ungkapkan. Saya tentu akan dijauhi karena kejujuran ini. Walaupun ada teman saya yang berpikiran sama, tetap tidak mudah kebohongan ini untuk dibongkar. Begitu lama godaan ini menerpa saya yang juga pernah jatuh. Saya tak akan berani jatuh lagi, karena saya sudah pernah kapok. Walaupun begitu, ketenangan hati yang terusik ini tidak dapat membohongi saya bahwa mereka ‘mengerikan’ karena kemunafikan mereka sendiri. Mengerikan sih, jika saya harus memilih. Jadi, saya tidak akan memilih menyeberang ke dunia Baca entri selengkapnya »
Posted by: Bernardia Vitri on: Mei 17, 2009
Quis Custodiet Ipsos Custodes
Apa yang terpikirkan di benak anda setelah anda membaca judul di atas? Pernahkah anda menemui kalimat tersebut? Kalimat itu saya kutip dari novel Digital Fortress karangan Dan Brown. Jika anda yang sudah pernah menemukan kalimat tersebut, pasti anda langsung mengetahui apa arti kalimat tersebut. Quis Custodiet Ipsos Custodes berarti Siapa yang akan Mengawasi Sang Pengawas.
Jika anda telah membaca artikel saya sebelumnya yang berjudul KKN Dunia Pendidikan Sekitar Saya, anda sudah pasti akan menemukan kalimat judul di atas terselip di salah satu alinea. Baca entri selengkapnya »
Posted by: Bernardia Vitri on: Juni 15, 2009
Contekan, Seperti Pembunuh, Me and They, What is Your Choice?
Ulangan semester kelas 8 telah berakhir, lega sih rasanya terlepas dari beribu kalimat hapalan dan berratus angka hitungan… Di sini, saya hanya menginformasikan, siapa tahu, dari sekolah ada yang buka blog ini…
Informasi ini mungkin tak terlalu berharga buat guru-guru yang menginginkan nilai pelajaran muridnya bagus terus.. Tapi ini mungkin berharga buat orang yang menjunjung tinggi kejujuran… Like Baca entri selengkapnya »
Posted by: Bernardia Vitri on: Juni 22, 2009
“Raganya Indonesia
Tetapi jiwanya tak lagi Nusantara
Satu kelompok berkuasa
Sisanya pengaya saja
Sebagian kecil kelompok kaya
Sisanya menanggung derita”
Negara Kelima – Es Ito
“Raganya Indonesia
Jiwanya pun masih Nusantara
Tetapi tetap apa yang dirasakannya sekarang
Satu kelompok berkuasa
Sisanya pengaya saja
Sebagian kecil kelompok kaya
Sisanya menanggung derita”
Sebuah bait dari Negara Kelima yang baru saja kubaca. Aku merasa lebih baik mengubahnya, dari pada aku harus menjadi seorang anggota Kelompok Patriotik yang berakhir menyedihkan itu. Aku tidak mau menganggap cara yang dilakukan Kelompok Patriotik Baca entri selengkapnya »
Posted by: Bernardia Vitri on: Juli 19, 2009
“Apa sih gunanya baca buku? Bukankah lebih baik menonton film di TV atau di bioskop? Toh ceritanya dengan yang di buku sama saja.”
Sering kalimat serupa terlontar dari mulut kebanyakan orang awam. Tentu masih ada orang yang senang membaca buku. Tetapi seringnya kita menjumpai orang yang tak suka membaca buku. Padahal jika dilihat lebih lanjut, cerita di buku dengan cerita pada tontonan film akan lebih mendetail cerita di buku. Contohnya saja dalam penggambaran perasaan seseorang. Jika di film, terkadang ada beberapa aktor/aktris yang kurang bisa mengekspresikan perasaan tokoh yang dilakoninya. Hal ini tentu saja dapat membuat orang yang mengikuti jalannya cerita menjadi bingung. Pada buku, penggambaran perasaan tokoh dapat mudah diketahui dengan rangkaian kata-kata penyebab perasaan tersebut. Jalannya cerita juga lebih jelas ketika kita membaca buku. Terkadang, jika kita menonton film, pasti kita pernah bingung bukan? Misalnya bingung akan mengapa tokoh A berbuat begitu dan tokoh B berbuat begini.
Dengan membaca buku, kita sadari atau tidak sadari, kita pasti mendapat Baca entri selengkapnya »
Posted by: Bernardia Vitri on: Agustus 17, 2009
Untuk Indonesia
Di Detik Peringatan Ulang Tahunnya ke-64
Ini adalah kisah seorang yang hidup di 80 tahun yang lalu…
…..80 tahun sebelum Indonesia menginjak usia 64 tahun…..
Hari ini, tepat seminggu setelah kematian paman yang ditembak serdadu Belanda di pinggir sungai. Aku tidak tahu mengapa dia sampai ditembak mati oleh serdadu itu, yang kutahu pamanku tidak pernah mencari gara-gara dengan para kulit putih itu.
Dan sekarang aku sedang berdiri seratus meter di depan gerbang salah satu benteng yang dibuat oleh Belanda di tanah Jawa ini. Kata perantau, ada banyak benteng yang tersebar di Jawa, walaupun Baca entri selengkapnya »
Posted by: Bernardia Vitri on: Agustus 16, 2009
Untuk E.S. Ito,
Hari ini, di ruang pelajaran PKN, aku memikirkan beberapa paragraf yang harus kulayangkan untuk negara ini di usianya yang ke-64 pada 17 Agustus nanti. Sebagai seorang pelajar, dan kebetulan saat aku menulis ini adalah saat pelajaran PKN yang mencapai materi bela negara, aku menulis ini untukmu. Bacalah, surat dari penggemarmu yang belum sempat membaca Rahasia Meede.
—–
Kita masih belum membutuhkan Kelompok Patriotik yang kau buat. Aku meyakini bahwa pemikiran Kelompok Patriotik sudah pasti ada dalam pikiran setiap individu di Indonesia. Seandainya saja jika Noordin M. Top bisa menjadi orang baik, pasti dia akan sangat berguna mempengaruhi pikiran orang lain yang membutuhkan semangat kepatriotisme-an untuk membela negara ini dengan sebaik-baiknya dengan cara yang Baca entri selengkapnya »
Posted by: Bernardia Vitri on: Oktober 18, 2009
Yogyakarta, 16 Oktober 2009
Teruntuk,
Presiden kami Periode 2009-2014
Salam hormat,
Perkenalkan, saya Bernardia Vitri –seorang anak SMP yang mencoba menuangkan pikiran saya pada kertas ini untuk disampaikan kepada anda, Presiden kami yang baru.
Ya, saya menggunakan kata kami, karena saya mencoba untuk mewakili rakyat Indonesia yang belum mendapat kesempatan untuk beraspirasi lebih lantang. Melewati surat ini, saya harap pikiran mereka dapat sedikit terwakilkan. Oh iya, harap diperhatikan, semua tulisan ini adalah original dari pandangan saya yang mungkin kurang sempurna, karena toh juga saya tak lebih pintar dari anda, Presiden kami.
Anda adalah seorang Presiden, tentu saja. Sebuah jabatan yang akan mengabadikan nama di setiap buku sejarah negara di masa depan. Tinggal masalah tentang bagaimana anda mengisi setiap halaman buku sejarah negara tersebut. Apakah dengan riwayat pemerintahan yang sensasional, ataukah dengan riwayat pemerintahan yang Baca entri selengkapnya »
Posted by: Bernardia Vitri on: Desember 28, 2009
Ini adalah laporan dari kompetisi SEACHANGE
Posted by: Bernardia Vitri on: Desember 7, 2009
“Konstitusi? Bukankah itu tidak lebih dari kepercayaan pada kepalsuan? Pada awalnya, dia dibuat sebagai mandat rakyat untuk kebebasan. Tapi kenyataannya sekarang, konstitusi tidak lebih dari penjara ketidakadilan. Di balik jerujinya, kita hanya bisa menatap politik tanpa etika, kekayaan tanpa kerja keras, sains tanpa humanitas,peribadatan tanpa pengorbanan, perniagaan tanpa moralitas, pengetahuan tanpa karakter, dan kesenangan tanpa nurani ….”-Attar Malaka
Kau menjejakan kaki dengan keras saat keluar ruangan itu. Kau berjalan sambil menghentakkan kakimu. Kau marah. Kertas soal di tanganmu kau remas. Matamu menyala melotot. Tetapi pikirmu hanya bertanya, mengapa.
Kau sekarang menyesal, tetapi bukan itu yang kau tunjukkan. Kau ingin berteriak, namun kau masih memegang kendali. Nafasmu mulai surut, lama kau menghirup campuran oksigen, dan kini kemarahanmu berangsur mereda, meninggalkan sesosok mata kelabu, air wajah yang suram, dan bibir mengatup tanda kesebalanmu masih tertanam. Kau putuskan untuk bermarah-marah ria nanti.
Melupakan, sesuatu yang patut diberi acungan jempol saat itu kepadamu. Beralih ke sudut koridor, kau terduduk dan mulai membuka buku, lagi, seperti biasa. Tanpa berucap kata, kau mengabaikan temanmu yang cerewet bertanya.
Hingga akhirnya kau keluar kembali dari ruangan yang sama. Dengan gontai kau melangkah menuju gerbang. Matamu memandang jauh, melangkah tanpa roh. Baca entri selengkapnya »
Posted by: Bernardia Vitri on: November 3, 2009
pertama, seorang Lyra Vetra menulis di dinding Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto, sebenarnya dia nggak tahu apa-apa, hehe
GERAKAN BODOH ini!!! GERAKAN TOLOL! PEMBODOHAN MASYARAKAT!!!
KITA MEMANG BUTUH KPK! TETAPI BUKAN KPK YANG ORANG-ORANGNYA HANYA SAMPAH YANG MENYALAHGUNAKAN WEWENANG!!!!BERANTAS KPK ATAU KORUPSI ADALAH PERTANYAAN BERBALIK ARAH, SIAPA YANG BISA MENJAMIN KPK TIDAK KORUPSI?!!! DASAR!!!!
hingga akhirnya menuai protes dari Baca entri selengkapnya »