Posted by: Bernardia Vitri on: November 18, 2009
P.A.H.L.A.W.A.N
Berkat mereka, kita bisa menikmati kekinian, maka dari itu, kita harus bisa menuju masa depan dengan kekuatan masa lalu pula, itu sebabnya kita belajar seluk-beluk tentang pahlawan kita…
IMPIAN PARA PAHLAWAN
Para pahlawan kita saat berjuang pasti pernah berpikir tentang masa depan negeri yang diperjuangkannya. Tidak mungkin mereka tidak mengharapkan sesuatu yang lebih jika negeri yang diperjuangkannya berhasil merebut kemerdekaan. Pikiran mereka tentang harapan itu berkisar antara merebut kemerdekaan, kemajuan bangsa, dan rasa persatuan yang teguh di masa mendatang. Baca entri selengkapnya »
Posted by: Bernardia Vitri on: November 3, 2009
pertama, seorang Lyra Vetra menulis di dinding Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto, sebenarnya dia nggak tahu apa-apa, hehe
GERAKAN BODOH ini!!! GERAKAN TOLOL! PEMBODOHAN MASYARAKAT!!!
KITA MEMANG BUTUH KPK! TETAPI BUKAN KPK YANG ORANG-ORANGNYA HANYA SAMPAH YANG MENYALAHGUNAKAN WEWENANG!!!!BERANTAS KPK ATAU KORUPSI ADALAH PERTANYAAN BERBALIK ARAH, SIAPA YANG BISA MENJAMIN KPK TIDAK KORUPSI?!!! DASAR!!!!
hingga akhirnya menuai protes dari Baca entri selengkapnya »
Posted by: Bernardia Vitri on: Oktober 29, 2009
Yogyakarta, 12 Oktober 2009
Kepada
Dewan Rakyat terhormat,
Salam jumpa di surat ini,
Perkenalkan, saya Bernardia Vitri Arumsari, seorang anak SMP yang mencoba mengkritisi Indonesia lewat surat ini. Pengetahuan saya memang tak seberapa, tetapi tidak ada alasan untuk tidak berani menulis sesuatu tentang Indonesia dari balik kacamata saya. Sebelumnya, terimakasih anda mau meluangkan waktu untuk membaca surat ini.
Nasionalisme, tentang ke-Indonesiaan 100%. Saya berpikir, apa yang anda- Para Dewan Rakyat pikirkan tentang kalimat tersebut.
Sebagai wakil rakyat di negeri tercinta, tentu ada kewajiban tersendiri untuk menampung aspirasi rakyat yang nantinya diolah agar menjadikan negara lebih baik. Hukum penampungan aspirasi rakyat, apakah hanya berlaku untuk sebagian dan sisanya menjadi perwakilan rakyat KKN seperti yang digambarkan karikatur koran selama ini?
Indonesia yang pertama, Indonesia yang orang-orangnya adalah koruptor, dengan total tahanan kasus korupsi berapa persen? Tidak sampai satu persen! Itukah budaya kita? Budaya tikus got mencuri makanan? Sebagian dari anda, saya yakin masih berpegang pada iman yang kuat. Saya yakin masih ada satu dua yang tak mau melakukan KKN, dan semoga, itu bukanlah sekedar Baca entri selengkapnya »
Posted by: Bernardia Vitri on: Oktober 18, 2009
Yogyakarta, 16 Oktober 2009
Teruntuk,
Presiden kami Periode 2009-2014
Salam hormat,
Perkenalkan, saya Bernardia Vitri –seorang anak SMP yang mencoba menuangkan pikiran saya pada kertas ini untuk disampaikan kepada anda, Presiden kami yang baru.
Ya, saya menggunakan kata kami, karena saya mencoba untuk mewakili rakyat Indonesia yang belum mendapat kesempatan untuk beraspirasi lebih lantang. Melewati surat ini, saya harap pikiran mereka dapat sedikit terwakilkan. Oh iya, harap diperhatikan, semua tulisan ini adalah original dari pandangan saya yang mungkin kurang sempurna, karena toh juga saya tak lebih pintar dari anda, Presiden kami.
Anda adalah seorang Presiden, tentu saja. Sebuah jabatan yang akan mengabadikan nama di setiap buku sejarah negara di masa depan. Tinggal masalah tentang bagaimana anda mengisi setiap halaman buku sejarah negara tersebut. Apakah dengan riwayat pemerintahan yang sensasional, ataukah dengan riwayat pemerintahan yang Baca entri selengkapnya »
Posted by: Bernardia Vitri on: Maret 6, 2009
|
No. |
Judul |
Pengarang |
|
1. |
Angel and Daemon | Dan Brown |
|
2. |
Deception Point | Dan Brown |
|
3. |
The Da Vinci Code | Dan Brown |
|
4. |
Digital Fortress | Dan Brown |
|
5. |
His Dark Materials: The Golden Compass | Philip Pullman |
|
6. |
His Dark Materials: Subtle Knife | Philip Pullman |
|
7. |
His Dark Materials: Amber Spyglass | Philip Pullman |
|
8. |
Nagasasra dan Sabuk Inten | S. H. Mintardja |
|
9. |
Harry Potter and Order of Phoenix | J. K. Rowling |
|
10. |
Harry Potter and the Half Blood Prince | J. K. Rowling |
|
11. |
Harry Potter and the Deathly Hallows | J. K. Rowling |
|
12. |
Twilight | Stephenie H. Meyer |
|
13. |
New Moon | Stephenie H. Meyer |
|
14. |
Eclipse | Stephenie H. Meyer |
|
15. |
Lord of the Rings: Fellowship of the Ring | J. R. R. Tolkien |
|
16. |
Lord of the Rings: The Two Towers | J. R. R. Tolkien |
|
17. |
Lord of the Rings: The Return of the King | J. R. R. Tolkien |
|
Ps: |
Berbahaya untuk dilihat oleh orang yang tidak tercerahkan. |
Illuminatus |
| No 1-7 dikhususkan untuk penggemar teori konspirasi. |
Dan Brown f4 |
|
| Referensi ditujukan pada maniak novel bestseller. |
Lyra Belacqua |
|
| Ingat, selera orang tidak selalu sama. |
Theo-Physcic |
|
| Bagi yang ingin menambah, silahkan berkomentar. |
v3bernardia.wordpress.com |
|
Bukanlah siapa-siapa tanpa buku di depan matanya. Ialah aku penggila buku, hingga malam pun aku tak bisa tidur karena rasa penasaran yang mewajibkan aku untuk terus membaca. Sungguh aku tak bisa membayangkan apa jadinya duniaku yang suram ini tanpa buku. Lebih baik berdiam diri dan menambah wawasan dengan buku, dari pada mengoceh dan menggongong tidak jelas di keramaian kota.
Posted by: Bernardia Vitri on: Mei 17, 2009
Kunjungan ke Panti Asuhan Boro
Hari itu, Sabtu, 2 Mei 2009, setelah sekolah selesai pukul 09.00 pagi, kami, anak-anak kelas 8 SMP MIM segera dikumpulkan di aula sekolah untuk bersiap menuju Panti Asuhan Brayat Pinuji, Boro. Dalam kunjungan tersebut, direncanakan untuk mengunjungi Panti Asuhan Putri dengana menggunakan bus bersama-sama. Segera setelah terkoordinasi dengan baik, kami menuju lahan parkir depan SD. Dan menuju bus yang diperuntukkan bagi kami.
Saya mendapatkan tempat duduk di bus 1. Dua sahabat saya di kelas juga ada yang ditempatkan di bus ini. Jadi, kami bertiga duduk di bagian tempat duduk tiga deret. Yang mendampingi kami di bus 1 ada satu suster dan satu frater yang saya lupa namanya. Sedangkan guru-guru SMP MIM yang mendampingi seluruh siswa kelas 8 ini ada Bu Rini, Bu Dewi, Bu Tanti, Bu Hesti, serta Suster Ancilla.
Di awal perjalanan, saya mengalihkan perhatian saya ke pemandangan yang bisa dilihat dari jendela bus agar tidak mabuk darat. Yang terlihat hanya Baca entri selengkapnya »
Posted by: Bernardia Vitri on: Mei 17, 2009
KKN Dunia Pendidikan Sekitar Saya
Ketidak-sukaan saya terhadap kawan-kawan saya yang ‘mengerikan’ harus saya pendam. Tidak bisa saya ungkapkan. Saya tentu akan dijauhi karena kejujuran ini. Walaupun ada teman saya yang berpikiran sama, tetap tidak mudah kebohongan ini untuk dibongkar. Begitu lama godaan ini menerpa saya yang juga pernah jatuh. Saya tak akan berani jatuh lagi, karena saya sudah pernah kapok. Walaupun begitu, ketenangan hati yang terusik ini tidak dapat membohongi saya bahwa mereka ‘mengerikan’ karena kemunafikan mereka sendiri. Mengerikan sih, jika saya harus memilih. Jadi, saya tidak akan memilih menyeberang ke dunia Baca entri selengkapnya »
Posted by: Bernardia Vitri on: Mei 17, 2009
Quis Custodiet Ipsos Custodes
Apa yang terpikirkan di benak anda setelah anda membaca judul di atas? Pernahkah anda menemui kalimat tersebut? Kalimat itu saya kutip dari novel Digital Fortress karangan Dan Brown. Jika anda yang sudah pernah menemukan kalimat tersebut, pasti anda langsung mengetahui apa arti kalimat tersebut. Quis Custodiet Ipsos Custodes berarti Siapa yang akan Mengawasi Sang Pengawas.
Jika anda telah membaca artikel saya sebelumnya yang berjudul KKN Dunia Pendidikan Sekitar Saya, anda sudah pasti akan menemukan kalimat judul di atas terselip di salah satu alinea. Baca entri selengkapnya »
Posted by: Bernardia Vitri on: Mei 22, 2009
Yogyakarta 2028; Sebuah Impian Bagian Pertama
“Sekarang kulihat, tanah kelahiranku begitu baiknya. Apakah kau juga melihatnya? Ayo, kuajak turun ke jalan. Apakah kau sekarang sudah melihat? Apa yang menurutmu berubah? Kujelaskan saja tentang apa yang kaulihat sekarang ini. Sekarang kita berada di Alun-Alun Utara. Kau tahu tempat ini bukan? Atau kau hanya teringat samar? Jika ya, kau seperti aku saat aku memasuki dunia ini. Kau melihat rumput-rumputnya? Ayo kita ke sana.
Kau pasti tercengang bukan? Melihat lapangan luas berumput subur? Kata orang yang kujumpai waktu pertama aku ke sini, rumput itu adalah hasil usaha pemkot yang beberapa tahun lalu menggalakan Baca entri selengkapnya »
Posted by: Bernardia Vitri on: Juni 5, 2009
’Jalan-Jalan’ ke Sendang Sono
Hari itu, Sabtu, 30 Mei 2009, adalah hari yang akan terasa panjang bagiku. Menyenangkan memang, mengingat petualangan hari itu. Walau hari berikutnya badan capek semua, hidung pilek, bahkan jika berjalan masih seperti robocop, ini tetap pengalaman yang keren.
Pukul empat sore Sabtu itu, rombongan yang akan kuikuti sudah berkumpul di rumahku. Rombongan ini ada 8 orang; 6 dari keluarga dan 2 dari lingkungan. Aku adalah seorang yang paling muda di rombongan ini. Yang lain, Mbak Puput, Mbak Rinta, Mbak Britta, Pak Lukman, Pak Sarijo, Pakde Sur, dan Ayahku tentunya sudah 17 tahun keatas. Jadi, aku sendiri anak- anak yang masih 14 tahun. Ini adalah petualangan pertamaku berjalan kaki menuju Sendang Sono. Kegiatan yang dilakukan setiap akhir Mei dan Oktober untuk menutup bulan Maria ini sudah dari dulu ada. Kakak-kakakku biasanya memulai di usia SMA, tetapi aku memulainya di usia SMP. Berjalan kaki menuju Sendang Sono, untuk mayoritas orang menganggapnya sebagai tindakan cari susah atau tak masuk akal. Untuk apa coba? Sudah punya kendaraan malah cari yang susah? Baca entri selengkapnya »
Posted by: Bernardia Vitri on: Juni 15, 2009
Contekan, Seperti Pembunuh, Me and They, What is Your Choice?
Ulangan semester kelas 8 telah berakhir, lega sih rasanya terlepas dari beribu kalimat hapalan dan berratus angka hitungan… Di sini, saya hanya menginformasikan, siapa tahu, dari sekolah ada yang buka blog ini…
Informasi ini mungkin tak terlalu berharga buat guru-guru yang menginginkan nilai pelajaran muridnya bagus terus.. Tapi ini mungkin berharga buat orang yang menjunjung tinggi kejujuran… Like Baca entri selengkapnya »
Posted by: Bernardia Vitri on: Juni 22, 2009
“Raganya Indonesia
Tetapi jiwanya tak lagi Nusantara
Satu kelompok berkuasa
Sisanya pengaya saja
Sebagian kecil kelompok kaya
Sisanya menanggung derita”
Negara Kelima – Es Ito
“Raganya Indonesia
Jiwanya pun masih Nusantara
Tetapi tetap apa yang dirasakannya sekarang
Satu kelompok berkuasa
Sisanya pengaya saja
Sebagian kecil kelompok kaya
Sisanya menanggung derita”
Sebuah bait dari Negara Kelima yang baru saja kubaca. Aku merasa lebih baik mengubahnya, dari pada aku harus menjadi seorang anggota Kelompok Patriotik yang berakhir menyedihkan itu. Aku tidak mau menganggap cara yang dilakukan Kelompok Patriotik Baca entri selengkapnya »
Posted by: Bernardia Vitri on: Juli 19, 2009
“Apa sih gunanya baca buku? Bukankah lebih baik menonton film di TV atau di bioskop? Toh ceritanya dengan yang di buku sama saja.” Sering kalimat serupa terlontar dari mulut kebanyakan orang awam. Tentu masih ada orang yang senang membaca buku. Tetapi seringnya kita menjumpai orang yang tak suka membaca buku. Padahal jika dilihat lebih lanjut, cerita di buku dengan cerita pada tontonan film akan lebih mendetail cerita di buku. Contohnya saja dalam penggambaran perasaan seseorang. Jika di film, terkadang ada beberapa aktor/aktris yang kurang bisa mengekspresikan perasaan tokoh yang dilakoninya. Hal ini tentu saja dapat membuat orang yang mengikuti jalannya cerita menjadi bingung. Pada buku, penggambaran perasaan tokoh dapat mudah diketahui dengan rangkaian kata-kata penyebab perasaan tersebut. Jalannya cerita juga lebih jelas ketika kita membaca buku. Terkadang, jika kita menonton film, pasti kita pernah bingung bukan? Misalnya bingung akan mengapa tokoh A berbuat begitu dan tokoh B berbuat begini.
Dengan membaca buku, kita sadari atau tidak sadari, kita pasti medapat beragam pengetahuan. Pengetahuan tersebut dapat berupa perbendaharaan kata, fakta unik yang jarang diketahui orang awam dan beberapa ciri para penulis menuliskan cerita bukunya. Sewaktu-waktu, pasti ada dari wawasan ini yang kita perlukan, entah dalam dunia kerja atau dalam pembuatan karya sendiri.
Buku juga dapat diasosiasikan sebagai pesiar di kala waktu senggang saat membutuhkan sesuatu untuk dikerjakan. Pesiar itu dapat diwujudkan ketika kita mengimajinasikan Baca entri selengkapnya »
Posted by: Bernardia Vitri on: Agustus 17, 2009
Untuk Indonesia
Di Detik Peringatan Ulang Tahunnya ke-64
Ini adalah kisah seorang yang hidup di 80 tahun yang lalu…
…..80 tahun sebelum Indonesia menginjak usia 64 tahun…..
Hari ini, tepat seminggu setelah kematian paman yang ditembak serdadu Belanda di pinggir sungai. Aku tidak tahu mengapa dia sampai ditembak mati oleh serdadu itu, yang kutahu pamanku tidak pernah mencari gara-gara dengan para kulit putih itu.
Dan sekarang aku sedang berdiri seratus meter di depan gerbang salah satu benteng yang dibuat oleh Belanda di tanah Jawa ini. Kata perantau, ada banyak benteng yang tersebar di Jawa, walaupun aku belum pernah melihat benteng selain yang ada dihadapanku ini, aku tetap mempercayainya. Mana mungkin orang kulit putih memiliki benteng yang besar jika tidak menetap lama dan semakin menyebar?
Di sana, di lubang-lubang pengintai tembok itu, aku yakin ada seorang serdadu yang sedang mengawasi diriku yang berdiri di sini. Aku tahu aku tak bisa menjadi salah seorang di sana. Jelas bukan? Aku ini orang pribumi. Aku hanyalah seorang yang setiap hari melewati jalan ini dan mengandaikan kalau aku adalah mereka. Di sisi lain aku juga berpikir, jika seandainya aku yang pribumi ini menjadi salah satu dari mereka, apakah aku tega membunuh teman-teman sebangsaku? Aku tidak gila kuasa, jadi pasti aku akan menjadi serdadu yang buruk karena tak berani menembakkan selongsong peluru ke jantung rakyat sekitarku ini. Aku merasa bodoh setiap Baca entri selengkapnya »
Posted by: Bernardia Vitri on: Agustus 16, 2009
Untuk E.S. Ito,
Hari ini, di ruang pelajaran PKN, aku memikirkan beberapa paragraf yang harus kulayangkan untuk negara ini di usianya yang ke-64 pada 17 Agustus nanti. Sebagai seorang pelajar, dan kebetulan saat aku menulis ini adalah saat pelajaran PKN yang mencapai materi bela negara, aku menulis ini untukmu. Bacalah, surat dari penggemarmu yang belum sempat membaca Rahasia Meede.
—–
Kita masih belum membutuhkan Kelompok Patriotik yang kau buat. Aku meyakini bahwa pemikiran Kelompok Patriotik sudah pasti ada dalam pikiran setiap individu di Indonesia. Seandainya saja jika Noordin M. Top bisa menjadi orang baik, pasti dia akan sangat berguna mempengaruhi pikiran orang lain yang membutuhkan semangat kepatriotisme-an untuk membela negara ini dengan sebaik-baiknya dengan cara yang Baca entri selengkapnya »
Posted by: Bernardia Vitri on: Desember 28, 2009
Ini adalah laporan dari kompetisi SEACHANGE
Posted by: Bernardia Vitri on: Desember 7, 2009
“Konstitusi? Bukankah itu tidak lebih dari kepercayaan pada kepalsuan? Pada awalnya, dia dibuat sebagai mandat rakyat untuk kebebasan. Tapi kenyataannya sekarang, konstitusi tidak lebih dari penjara ketidakadilan. Di balik jerujinya, kita hanya bisa menatap politik tanpa etika, kekayaan tanpa kerja keras, sains tanpa humanitas,peribadatan tanpa pengorbanan, perniagaan tanpa moralitas, pengetahuan tanpa karakter, dan kesenangan tanpa nurani ….”-Attar Malaka
Kau menjejakan kaki dengan keras saat keluar ruangan itu. Kau berjalan sambil menghentakkan kakimu. Kau marah. Kertas soal di tanganmu kau remas. Matamu menyala melotot. Tetapi pikirmu hanya bertanya, mengapa.
Kau sekarang menyesal, tetapi bukan itu yang kau tunjukkan. Kau ingin berteriak, namun kau masih memegang kendali. Nafasmu mulai surut, lama kau menghirup campuran oksigen, dan kini kemarahanmu berangsur mereda, meninggalkan sesosok mata kelabu, air wajah yang suram, dan bibir mengatup tanda kesebalanmu masih tertanam. Kau putuskan untuk bermarah-marah ria nanti.
Melupakan, sesuatu yang patut diberi acungan jempol saat itu kepadamu. Beralih ke sudut koridor, kau terduduk dan mulai membuka buku, lagi, seperti biasa. Tanpa berucap kata, kau mengabaikan temanmu yang cerewet bertanya.
Hingga akhirnya kau keluar kembali dari ruangan yang sama. Dengan gontai kau melangkah menuju gerbang. Matamu memandang jauh, melangkah tanpa roh. Baca entri selengkapnya »
Posted by: Bernardia Vitri on: September 17, 2009
Daripada seorang diri menghabiskan waktu tanpa pembicaraan, hanya dengan keseriusan mengerjakan soal ulangan umum, alangkah lebih santai jika kita menghabiskan waktu tersebut dengan menuliskan segala apa yang bisa kita jadikan tulisan yang bermanfaat untuk diambil maknanya.
Maka dari itu, saya telah mengabiskan waktu menunggu bel dengan menulis ini semua, jika dapat anda apresiasi sendiri, terimakasih anda berkomentar. Baca entri selengkapnya »
Posted by: Bernardia Vitri on: September 4, 2009
Sebuah cerpen perenungan tentang kehidupan yang biasanya nyata….
Sekali waktu aku berada di dalam sebuah ruangan. Di sana ada seorang anak SMP yang sedang belajar. Belajar? Tidak… Pintar sekali dia berkata, “Aku sedang belajar, jangan ganggu!” pada adiknya yang ingin bermain dengannya. Adiknya menyerah sementara si anak SMP itu kembali belajar. Kukatakan belajar? Sebenarnya ya, dia belajar meraih nilai tertinggi di salah satu aplikasi game HP-nya. Hahaha! Aku tertawa tanpa suara. Aku selalu diremehkan, itu benar. Tetapi karena itu pula, hidupku tak membosankan, aku bisa tertawa melihat orang yang meremehkanku terkaget melihat waktu yang sedang ditunjukkan jam.
Karena bosan melihat si anak terus bermain HP-nya, aku menyelinap sebentar keluar rumah. Aku menuju ke sebuah gedung perkantoran di sudut jalan. Kulewati jendela-jendela yang gelap hingga akhirnya sampai di bagian belakang gedung itu. Masih ada dua ruangan terang rupanya. Maklumlah, waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam dan biasanya orang-orang di kantor itu pulang pukul lima sore. Orang-orang yang ada di kantor itu Baca entri selengkapnya »