Posted by: Bernardia Vitri on: Maret 10, 2009
Akan menjadi apakah aku besar nanti? Kata-kata itu terngiang di telingaku saat mendengar kata cita-cita. Sebenarnya jawaban itu selalu ada dalam hidupku. Tetapi, seiring berjalannya waktu, pasti cita-cita itu terus berubah.
Saat masih kecil, aku memimpikan untuk menjadi Dokter. Dokter itu bisa menyembuhkan orang-orang sakit. Dokter itu juga biasanya kaya. Jadi, jika aku menjadi seorang Dokter pada suatu hari nanti, aku bisa membeli mobil yang bagus. Tetapi waktu terus berjalan. Aku pun melihat di tayangan televisi dan beberapa media massa, bahwa Dokter tersebut bisa mencelakakan orang lain seperti halnya ada dugaan malpraktek. Ada juga ketakutan dari diriku sendiri bahwa jika orang yang aku usahakan sembuh, menjadi meninggal dunia, aku pasti akan merasa bersalah dan menyebabkan penyakit stress. Aku juga takut dengan jenazah orang meninggal walaupun diriku sendiri telah berkali-kali melihat jenazah keluarga aku yang meninggal dunia bahkan mencium jenazah itu. Aku takut karena jika tiba-tiba jenazah itu bangun dan menjadi sehat kembali yang disebut dengan mati suri atau bergerak padahal mati seperti zombie atau vampir cina.
Setelah beranjak ke bangku pendidikan SD, aku mempunyai benyak cita-cita. Contohnya menjadi seorang guru seperti ibuku, peneliti tenaga nuklir seperti kedua orang tuaku, perawat seperti budeku, suster, pengusaha, seseorang di dunia perbankan seperti halnya simbahku, Drajad Djiwandono yang pernah menjabat sebagai Gubernur Bank BI, peneliti gempa, hingga orang-orang yang bekerja di luar negeri, politikus seperti mbah Djatie & Mas Hendras, pembela HAM dan lain-lain.
Diriku tertarik dengan segala pekerjaan itu karena banyak yang mencakup pengalaman, tambahan keuangan, penyelamatan orang lain, dan sebagai seorang penemu. Jika aku ternyata menjadi seorang politikus atau pekerjaan yang menjabat pekerjaan yang bersifat nasional, aku bermimpi menjadi menteri pendidikan. Diriku ingin menjadi menteri pendidikan karena banyak orang yang kecewa karena cara pendidikan pada masa sekarang yang selalu berubah kurikulumnya sehingga orang-orang bingung dengan pendidikan masa sekarang.
By : Bernardia V. A.
September 5, 2009 pada 16:21
Teruskan mencari dan menggali cita-citamu
jawabku: ya deh..