Posted by: Bernardia Vitri on: Juni 15, 2009
Contekan, Seperti Pembunuh, Me and They, What is Your Choice?
Ulangan semester kelas 8 telah berakhir, lega sih rasanya terlepas dari beribu kalimat hapalan dan berratus angka hitungan… Di sini, saya hanya menginformasikan, siapa tahu, dari sekolah ada yang buka blog ini…
Informasi ini mungkin tak terlalu berharga buat guru-guru yang menginginkan nilai pelajaran muridnya bagus terus.. Tapi ini mungkin berharga buat orang yang menjunjung tinggi kejujuran… Like my english teacher maybe.. Salut deh buat guru ini, yang sudah berhasil menangkap beberapa ‘maling ujian’ hehehe…
Di sekolah, langka murid jujur, atau yang tidak berani mencontek… Bahkan mereka yang mungkin dilihat dari segi rohaninya bagus, belum tentu orang jujur. Kebanyakan orang lebih pandai mengatakan apa yang harus dikatakan orang ‘normal’ dari pada mengatakan apa yang disebut dengan kebenaran. Dan saya, terus terang 100% tidak berani mencontek dan mungkin 45-90% murid jujur, dan karena kejujuran itu, saya sering terjebak dalam ’masalah karena jujur’ because saya seringnya berkata spontan tentang apa yang ada dalam pikiran.. hehehe..
Hari-hari ulangan umum…
Setelah saya keluar dari pintu gerbang sekolah, mengikuti sebagian teman menuju ke warung nongkrong yang biasa saya ampiri, selalu ada obrolan yang bisa kami bagi di sana. Hari-hari itu, teman-teman yang bersama saya selalu mengobrolkan topik contek-mencontek yang terjadi di kelas-kelas waktu ujian. Kurang lebih, ini hasil obrolannya:
1. Ada waktu saat pengawas yang benar-benar baik mengawasi kelas dengan mata yang selalu bersliweran ke setiap murid dari ujung kelas. Jadi, teman-teman saya sulit untuk mencontek.
2. Ada waktu saat pengawas buruk hanya mencorat-coret kertas di meja hadapannya dan matanya tidak bersliweran mengawasi. Sehingga teman-teman saya dengan mudahnya mencontek sana-sini.
3. Ada waktu saat pengawas sedang-sedang–pengawas yang terlalu sombong, mengira dirinya tidak akan dibohongi satu siswapun–yang berjalan-jalan mengawasi. Tahu tidak, sebenarnya dengan berjalan, orang yang ada di belakang jelas tidak terlihat, dan terjadilah, contek-mencontek.
4. Ada teman saya yang sekelas dengan kelas yang paling professional dalam mencontek membeberkan, bahwa pengawas yang baikpun dapat dilewati dengan strategi mencontek yang ’benar dan ampuh’.
5. Ada teman saya yang temannya tertangkap pengawas–yang kemudian kartunya diambil–mengatakan bahwa temannya itu tidak professional dalam mencontek tidak seperti teman saya selama ini yang katanya sendiri professional.
6. Yang saya pikirkan, teman saya itu sekilas terlihat suci, anak baik-baik, tingkat keimanannya tinggi, bahkan di sekolahpun dia bagian paling penting dalam setiap acara keagamaan, tapi, tapi, TAPI, kenapa dia bisa santai-santai mencontek hah???? Dunia sinting…
7. Cara-caranya pun juga tak kalah menarik untuk disimak. Bingung saya jadinya, kok bisa mudah sekali mencontek? Ada yang geser-geser meja, pegang hidung, rambut, pipi, dagu, dan banyak lagi… Doakan saja, suatu saat nanti saya bisa mengeluarkan edisi cara mencontek professional di blog ini…
8. Jujur, saya juga sering pegang pipi, dagu, rambut waktu ulangan ini. Sehingga pernah ada pengawas yang mengira saya mencontek, tapi saya hanya tersenyum dan menulis di kertas soal; ’Mungkin aku terlihat seperti pembunuh, tetapi aku bukanlah pembunuh’.. ya, makna kiasan itu bisa anda artikan sendiri kan?
Sekian, review kehidupan saya, saya mohon dukungan dari anda-anda yang membaca…
Salam!
By: Miss Bernardia
The ST person…
“…kuanggap mereka unik, punya jiwa yang menyenangkan, tidak terganggu dengan perasaan bersalah…tapi aneh juga, jadi di sini, aku tetap menjadi diriku yang biasa, menyimak, dan mempelajari mereka, bertanya ‘kok bisa’ setiap saat, tetapi tak mau ikut-ikutan,…dasar Bernardia Plin-Plan!”
“Open the door, and tell the world the truth” Camerlengo Ventresca
Nb: Camerlengo; kepala rumah tangga kepausan after Pope is dead..
emang masing masing pribadi punya cara masing masing dalam menyelesaikan masalah… namun terkadang tak terpikir olehnya apa yang telah diperbuat…!!!
Salut buat kamu yang tetep jujur…
pertahankanlah…!!!
………………………………………………………..
jhahaha…
kata katanya berat banget gak sich….???
abis bingung mau nulis apa…
but, nice info…
thanks….!!!
jawabku: makasih dah mau mendukung, kata2nya nggak berat banget kok… jujur tetap dipertahankan…
Juni 17, 2009 pada 13:18
Memegang teguh kebenaran bagai memegang bara api di tangan
Tetapi itu harus dipegang agar tidak membakar lingkungan kita
jawabku: ya, makasih commentnya.. makasih nasehat tersamarnya… menanggapi komentar anda, memang harus dipengang agar tidak membakar… terimakasih