Posted by: Bernardia Vitri on: Juni 22, 2009
“Raganya Indonesia
Tetapi jiwanya tak lagi Nusantara
Satu kelompok berkuasa
Sisanya pengaya saja
Sebagian kecil kelompok kaya
Sisanya menanggung derita”
Negara Kelima – Es Ito
“Raganya Indonesia
Jiwanya pun masih Nusantara
Tetapi tetap apa yang dirasakannya sekarang
Satu kelompok berkuasa
Sisanya pengaya saja
Sebagian kecil kelompok kaya
Sisanya menanggung derita”
Sebuah bait dari Negara Kelima yang baru saja kubaca. Aku merasa lebih baik mengubahnya, dari pada aku harus menjadi seorang anggota Kelompok Patriotik yang berakhir menyedihkan itu. Aku tidak mau menganggap cara yang dilakukan Kelompok Patriotik tersebut radikal, mereka lebih terkesan keren dalam membobol secara online banyak bank data pemerintah. Teroris memang iya, tapi apa salahnya jika mempertahankan kebenaran?
Jujur, setelah membaca buku ini, aku ingin membuat atau barangkali masuk pada Kelompok Patriotik tersebut, jika ada tentunya. Aku memandang bahwa apa yang dipikirkan Kelompok Patriotik itu, adalah sebuah tujuan yang mulia, mereka sangat kritis akan masa depan Indonesia yang selalu terbayang-bayang gemerlapnya dunia Barat. Kuakui, Indonesia memang belum siap untuk memasuki era kemodernan ini, sehingga terbitlah buku Es Ito yang memberikan sebuah pesan yang sangat mendalam akan harapan-harapan untuk membentuk sebuah negara yang bersih, tenteram, dan didiami orang yang sangat menjunjung tinggi kebenaran.
Pemikirannya memang betul, Kelompok Patriotik ini, tapi memang tidak mudah merealisasikannya. Revolusi butuh perjuangan dan rakyat yang berpikiran sama dengan Kelompok Patriotik ini yang mungkin saja, jika masa depan ada untuk kelompok ini, bukan tidak mungkin, sebuah negara harapan Es Ito terwujud. Tapi rakyat tidak dapat dipaksa, jadilah jika negara ini terbentuk, otomatis rakyat yang tidak termasuk Kelompok Patriotik tersingkir. Tapi tak apalah, mereka kan korup..

“Indonesia hanya derita tetapi Nusantara belum habis karenanya. Sebab Indonesia hanya cita-cita singkat dalam merebut merdeka untuk kemudian disalahgunakan oleh mereka yang berkuasa demi kepentingan politik, ekonomi dan dominasi. Nusantara tetap ada, itu tujuan sebenarnya dari hidup orang sepanjang garis pantai dari barat hingga timur, dari utara hingga selatan kepulauan ini. Indonesia adalah ruang hampa, itu sebabnya anak mudanya kehilangan cita-cita. Bahkan sekedar berprestasi di bidang olah raga pun tidak sanggup. Jiwa anak muda tidak lagi menyatu dengan Indonesia yang telah menyimpang dari Nusantara. semua orang haus bekerja untuk kejayaan nusantara, sebab selama ini tidak ada orang yang bekerja untuk kejayaan Indonesia. Tidak terkecuali tentara dan polisi yang bekerja untuk mendapatkan gaji belaka.”
Sepenggal paragraf dari Negara Kelima – Es Ito
By: Miss Bernardia
Pembela Kelompok Patriotik
“….seseorang yang melihat, dunianya dikelilingi orang bermuka dua, sehingga dirinya muak dan menginginkan tatanan dunia Atlantis kembali…”
Juni 23, 2009 pada 21:23
nice post
jawabku: makasih..