Posted by: Bernardia Vitri on: Juni 22, 2009
Malam itu di salah satu ruang Vetra Corp. aku bertanya pada beberapa sahabatku, “Apakah mereka itu menulis tentang kebenaran?”
Mereka menjawab, “Tidak, mereka tidak menulis tentang kebenaran.”
Aku bertanya lagi, “Jadi, apakah mereka menulis tentang kebohongan?”
Mereka menjawab lagi pertanyaanku, “Ya, mereka menulis kebohongan di sana…”
Aku yang sedikit geram mendengar kenyataan itu kemudian berkata, “Kalau memang benar mereka menuliskan kebohongan di sana, berarti aku semakin sendirian di sini, berarti pula mereka telah menyalahgunakan indra perasa mereka…. Mereka mendengar kebenaran, melihat kebenaran, dan kemudian berbicara tentang kebohongan…” Kali ini pula aku bertanya kembali, “Apa semua orang di dunia ini akan meninggalkan ku sendirian? Mereka jahat sekali, meninggalkan aku sendiri, sungguh munaf bukan!?”
Kudengar, ada suara yang cepat-cepat menimpali pertanyaan ku tadi, dia berkata, “Tidak semuanya tentu saja, kumohon tenanglah, jangan sampai kau membakar tempat ini, bukan saatnya.” Suara tadi meneruskan, “Memang banyak dari mereka yang akan meninggalkanmu di masa depan, tapi kumohon tenanglah, ada dari mereka yang masih berpikiran sama denganmu.”
“Aku tak akan kuat—“
“Kau tidak bisa tidak kuat, kebenaran akan mencari asalnya, ditambah lagi, mereka yang berpikiran sama denganmu rata-rata lebih kuat darimu,” kata yang lain memutus dialogku yang belum selesai.
Semenit berlalu dengan keheningan, kemudian aku berkata lagi, “Aku lelah sekarang, tak ingin berdebat lebih panjang. Satu pertanyaan lagi… Menurut kalian, apakah buku fiksi menceritakan kebohongan?”
Salah satu suara orang terdekatku menjawab, “Ya, dan tidak. Iya jika penulis memutar-balikkan sejarah. Tidak karena buku fiksi hadir karena imajinasi penulis dan ditujukan sebagai hiburan semata.”
“Jawaban yang bagus, kusuka itu. Perintahkan agen 28 tetap mengawasi.” Kataku seketika suara itu berhenti berbicara.
Mereka menyadari, aku sedang dalam keadaanku yang menahan marah. Tanpa jawaban, mereka segera membubarkan diri dari ruangan itu dan segera mencari agen 28.
by: Miss Bernardia, Agen
