Posted by: Bernardia Vitri on: Oktober 18, 2009
Yogyakarta, 16 Oktober 2009
Teruntuk,
Presiden kami Periode 2009-2014
Salam hormat,
Perkenalkan, saya Bernardia Vitri –seorang anak SMP yang mencoba menuangkan pikiran saya pada kertas ini untuk disampaikan kepada anda, Presiden kami yang baru.
Ya, saya menggunakan kata kami, karena saya mencoba untuk mewakili rakyat Indonesia yang belum mendapat kesempatan untuk beraspirasi lebih lantang. Melewati surat ini, saya harap pikiran mereka dapat sedikit terwakilkan. Oh iya, harap diperhatikan, semua tulisan ini adalah original dari pandangan saya yang mungkin kurang sempurna, karena toh juga saya tak lebih pintar dari anda, Presiden kami.
Anda adalah seorang Presiden, tentu saja. Sebuah jabatan yang akan mengabadikan nama di setiap buku sejarah negara di masa depan. Tinggal masalah tentang bagaimana anda mengisi setiap halaman buku sejarah negara tersebut. Apakah dengan riwayat pemerintahan yang sensasional, ataukah dengan riwayat pemerintahan yang biasa-biasa saja.
Tergantung sebenarnya, riwayat tersebut apakah bersifat positif ataukan negatif. Untuk yang positif misalnya, pada pemerintahan anda negara mencapai puncak kejayaan dengan kemakmuran rakyat lebih dari delapan puluh persen warga negara mengatakan puas dengan kinerja pemerintah. Sedangkan untuk yang negatif misalnya, pada pemerintahan anda negara mengalami keadaan ekonomi yang sangat minimum.
Dalam pengisian riwayat sejarah pemerintahan anda, anda selalu akan dihadapkan pada masalah-masalah negara yang rumit. Nah, sekarang tinggal melihat apakah etos kerja anda sangat kuat atau lemah.
Pelayanan pada masyarakat, itu yang utama. Kini, dulu, dan sekarang. Saya tahu, pelayanan masyarakat ini tergolong sulit. Banyak sarana-prasarana yang seharusnya bisa meningkatkan pelayanan pada masyarakat belum dapat tercapai. Entah terkendala dana, atau daerah pembangunan yang memang sulit dijangkau.
Kita lihat saja contoh konkretnya, Jakarta yang berupa di Jawa sebenarnya miskin sumber daya alam dapat maju karena dialah ibukota negara kita. Sedangkan jauh di sana ada tanah kitorang Papua yang kaya akan sumber daya alam di beberapa tempat masih jauh dari kehidupan yang layak.
Polemik contoh di atas akan selalu meimbulkan ketegangan. Dan satu lagi tugas anda, menjaga semangat persatuan dan kesatuan untuk Indonesia kita.
Saya sebut Indonesia kita, padahal masih ada banyak kita-kita yang belum merasakan kenikmatan Indonesia. Mereka yang di tapal batas, mereka yang di pedalaman, dan mereka yang tinggal di daerah kumuh metropolitan, semua mungkin bisa mengatakan Indonesia kita, tetapi mereka belum mendapatkan hak sebagai warga negara. Contoh sederhana, perlindungan HAM.
Dengan demikian banyaknya tugas anda, presiden kami, saya terus tak pernah habis pikir, apakah anda tidak bosan dengan masalah negara yang menjadi beban bersama kita ini? Presiden kami untuk kami, untuk pembangunan masa depan Indonesia yang lebih baik.
Saya mohon, dan kami mohon, agar anda, Presiden kami yang baru, dengan rela menolong orang-orang Indonesia kita menuju ke kehidupan yang lebih baik. Bersama, kita pasti bisa!
Tertanda,
Bernardia Vitri Arumsari
jangan pesimis dulu, siapa tahu beliau mau membacanya, meskipun belum tentu dibalas
jawabku: haha, ya deh, kalau ada waktu mengirim plus optimisme saya ada, barulah saya kirim, haha….
Oktober 19, 2009 pada 11:15
semoga pada pemerintahan sekarang presiden dapat mendengar suara kita
sukses dan terus semangat
jawabku: ya, semoga, tetap semangat menjalani hari, harus!